Minggu, 09 Agustus 2009

antara Asmara dan Derita

sendiri......
ku kemas air mata di pipi
tak percaya ku yang tlah terjadi
cinta mu kini meragukan
haruskah cinta aku akhiri
hanya sampai disini??

tak mungkin....
aku berpaling dan menyesali
tercabik hati ingin meronta
jangan kau redam gairah yang ada
haruskah aku mengemis cinta?
untuk menghilangkan duka

asmara......
kemana lagi akan ku cari
siapa yang kan mengusir sepi?
disaat ku sendiri

asmara.......
mungkinkah kau sampaikan padanya
walau hatiku penuh derita
aku masih selalu cinta

2 komentar:

  1. Jika kisah dalam puisi di atas adalah nyata...
    Pendapat saya..
    Sungguh merugi seseorang yang menyimpan sesuatu dalam hatinya, padahal dia ingin membukanya..
    Mungkin keterbukaan bukan sebuah hal yang buruk.
    Toh itu adalah inti dari sebuah hubungan antara manusia yang notabene mahluk sosial.

    Bila kita mempunyai setitik pengharapan, tak ada salahnya kita sampaikan kepada yang berhak mendengarkannya..
    Insya Allah, selama kita berjalan dalam tuntunan cahaya Allah kita akan terbebas dari keteresesatan..

    Semoga bisa menjadi masukkan, miss Syakila..

    BalasHapus
  2. nice tulisannya...thx masukannya
    semoga bisa jadi inspirasi buat semua yg membaca termasuk saya sendiri....
    ^_^ keep coment ya...

    BalasHapus